Komentari GIIAS 2022, Menteri Perindustrian: Tak Sekadar Jadi Tempat Peluncuran Kendaraan Listrik, Tapi Juga Bawa Misi ini...

Jumat 19-08-2022,01:18 WIB
Reporter : Satrio Adhi P
Editor : T. Sucipto


Agus Gumiwang, Menteri Perindustrian sebut GIIAS ingin membawa misi perubahan dalam dunia otomotif Indonesia di masa datang|GIIAS 2022|Dok.Motorexpertz.com

TANGERANG, MOTOREXPERTZ.COM - Penyelenggaraan pameran otomotif: GAIKINDO Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2022, bukan hanya menampilkan kendaraan terbaru dan industri pendukungnya.

GIIAS 2022 juga membahas soal isu lingkungan serta industri otomotif masa depan yang lebih ramah lingkungan dan akan jadi patron untuk membuat masa depan lebih cerah. 

Hal itu disampaikan Menteri Perindustrian RI Agus Gumiwang Kartasasmita saat memberikan sambutan di sesi pembukaan pameran otomotif terbesar tersebut.

Terbukti, event yang digelar mulai 11 hingga 21 Agustus 2022 itu, mendapat sambutan antusias masyarakat dan para peserta pameran yang sangat tinggi.

BACA JUGA:Minum Teh Mangrove Terbanyak Secara Serentak, Main Dealer Yamaha Bengkulu Sukses Pecahkan Rekor MURI

BACA JUGA:Jack Miller Optimistis Raih Podium di MotoGP Austria 2022

Menurutnya, sudah saatnya industri otomotif secara menyeluruh bergerak untuk membawa teknologi terbaru yang memanfaatkan energi baru dan terbarukan untuk masa depan yang lebih baik.

“Orang-orang butuh teknologi kendaraan yang lebih ramah lingkungan dan bebas dari polutan. Dalam beberapa hari ini kita sudah melihat bagaimana antusiasnya orang-orang terhadap kendaraan listrik."

BACA JUGA:Setelah Terpuruk di Inggris, Fabio Quartararo Bertekad Bangkit di MotoGP Austria 2022

BACA JUGA:Tahun Depan Power dan Rpm di Mesin Triump Moto2 Bakal Bertambah

"Dari situ saya menganggap bahwa electric mobility bukan sekadar memproduksi kendaraan listrik, industri otomotif dan kelistrikan saja.

Tapi juga membawa gambaran yang lebih komprehensif lebih besar tentang bagaimana teknologi yang lebih ramah lingkungan yang seharusnya.

Indonesia sepakat dengan regulasi COP 2026 untuk memulai net zero emission pada 2060, termasuk menggunakan energi baru dan terbarukan. Termasuk menjaga produksi dan regulasi yang lebih menguntungkan buat semuanya,” ujar Agus Gumiwang.

+++++

Kategori :