Dorna Umumkan Peraturan Teknis Baru MotoGP 2024, Wajib Lampu Pengaman Sebagai Alarm!

Dorna Umumkan Peraturan Teknis Baru MotoGP 2024, Wajib Lampu Pengaman Sebagai Alarm!

JAKARTA, MOTOREXPERTZ.COM-- Setelah mengumpulkan data selama tahun 2023, Sistem Deteksi Kecelakaan baru MotoGP tampaknya akan segera diperkenalkan secara resmi.

Peraturan teknis tahun 2024 yang diperbarui untuk Lampu Pengaman (belakang) di ketiga kelas grand prix kini mencakup penggunaan wajib 'lampu MotoGP terpadu' yang baru.

BACA JUGA:Ini Keunggulan Rangka eSAF Honda Stylo 160, Jaminan Garansi 5 Tahun Sob!

Lampu ini tidak hanya digunakan pada kondisi hujan biasa atau kondisi jarak pandang rendah, namun juga berfungsi bersama dengan 'sistem deteksi/alarm kecelakaan Penyelenggara':

“Semua sepeda motor harus memiliki lampu MotoGP terpadu yang dipasang di bagian belakang mesin agar dapat dioperasikan dari jarak jauh oleh Race Direction saat hujan atau kondisi jarak pandang rendah, atau dinyalakan/dimatikan secara otomatis dari jarak jauh oleh sistem deteksi/alarm kecelakaan dari Penyelenggara,” tulis isi peraturan teknis terbaru MotoGP 2024.

BACA JUGA:Wow! Modifikasi Motor Honda Vario 125 Bergaya BeAT Street, Tampil Memukau Sob

“Lampu terpadu MotoGP harus disambungkan sesuai instruksi Penyelenggara, sehingga juga dapat dinyalakan/dimatikan secara manual dengan tombol pengesampingan manual yang akan mengesampingkan pengoperasian jarak jauh/otomatis oleh Race Direction,” tambahnya.

“Tombol pengesampingan manual tersebut harus ditempatkan dalam jangkauan pengendara saat berkendara,”lanjutnya.

Menurut laporan dari Crash.net, meskipun sistem tidak terhubung ke lampu belakang (hujan) selama fase pengumpulan data tahun lalu, bisa dipahami bahwa sistem tersebut mampu mendeteksi kecelakaan secara akurat dan mengirimkan pesan 'sepeda turun' ke Race Direction.

BACA JUGA:Francesco Bagnaia Tetap Stay di Ducati? Begini Jawaban Harapan Tim Ducati Corse

Sistemnya tidak sempurna, dengan beberapa kesalahan positif yang tercatat (terkadang karena masalah sepele seperti sepeda terbalik saat dimuat ke dalam kendaraan pemulihan).

Pengujian akan berlanjut sampai gangguan tersebut benar-benar teratasi.

Alarm ini diperkirakan hanya berbunyi ketika sepeda terjatuh, bukan ketika pengendara keluar jalur, yang berarti identifikasi visual dari sebuah insiden oleh petugas di tepi trek akan tetap menjadi hal yang penting.

Namun demikian, selama pengujian, diyakini bahwa peringatan yang dikirim dari sistem deteksi terbukti lebih cepat daripada deteksi manusia di hampir setiap kasus sepeda terjatuh.

Sumber: