Motor Listrik Subsidi Sepi Peminat, Apa Sih yang Jadi Penyebabnya?

Motor Listrik Subsidi Sepi Peminat, Apa Sih yang Jadi Penyebabnya?

JAKARTA, MOTOREXPERTZ.COM - Meskipun pemerintah telah memberikan subsidi untuk mendorong adopsi kendaraan ramah lingkungan, khususnya motor listrik, kenyataannya masih menunjukkan bahwa minat masyarakat terhadap motor listrik subsidi masih sepi.

Berbagai faktor dan hambatan muncul, menghambat laju pertumbuhan pasar kendaraan berbasis listrik di Indonesia.

Berikut ini beberapa alasan mengapa motor listrik subsidi belum mendapatkan respon yang diharapkan dari masyarakat.

BACA JUGA:Komunitas GSrek Indonesia Gelar Rally Jawa-Bali di Momen Ulang Tahun ke-8

1. Infrastruktur Pengisian yang Belum Memadai

Salah satu hambatan utama bagi pemilik motor listrik adalah kurangnya infrastruktur pengisian yang memadai. Meskipun pemerintah telah berupaya membangun stasiun pengisian, kenyataannya masih jauh dari cukup untuk mendukung pertumbuhan kendaraan listrik.

Kurangnya titik pengisian yang strategis dan tersebar luas membuat pemilik motor listrik kesulitan dalam melakukan perjalanan jarak jauh, membatasi daya jangkau motor listrik.

2. Kurangnya Kesadaran dan Pemahaman Masyarakat

Masyarakat umum masih kurang memiliki pemahaman yang memadai tentang motor listrik dan manfaatnya. Beberapa masih skeptis terhadap keandalan, daya tahan baterai, dan kinerja motor listrik secara umum.

Kesadaran akan dampak positif terhadap lingkungan dan potensi penghematan biaya operasional masih perlu ditingkatkan melalui kampanye edukasi yang lebih luas.

3. Keterbatasan Model dan Pilihan

Meskipun subsidi diberikan, pasar motor listrik masih terbatas dalam pilihan model dan merek. Keterbatasan ini dapat membuat konsumen enggan beralih ke motor listrik karena ketersediaan model yang kurang menarik atau tidak sesuai dengan kebutuhan dan preferensi mereka.

4. Harga Pembelian yang Masih Tinggi

Walaupun adanya subsidi, harga pembelian motor listrik masih dianggap tinggi oleh sebagian besar masyarakat. Harga yang tinggi ini mungkin menjadi hambatan utama bagi konsumen yang mempertimbangkan untuk beralih ke motor listrik, terutama di tengah kondisi ekonomi yang sulit. 

Sumber: